CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

About Me

Foto saya
Sangatta, Kalimantan Timur, Indonesia
Near, seorang Travianholic, seorang Torncitizen, dan pada akhirnya, hanya seorang murid di SMPnya (baca: YPPSB). Status: Sibuk [ON]

Sabtu, 15 November 2008

Inilah Hidup

Mungkin ini post pertama yang anda lihat, sebenarnya bukan, hanya saja post sebelumnya telah saya hapus semua.

Sabtu, 15 November 2008

Saat memasuki pintu perpus, yang pertama saya lihat menembus kaca tidak lain dan tidak bukan adalah Nelson. Dia adalah teman saya, seagama, sekelas, sangat lucu, selalu ada ide untuk mengejek teman-temannya, termasuk saya. Tapi itu tidak masalah.., biasa remaja...

Masalah pertama yang saya tanyakan adalah "kenapa kemarin nggak masuk?" Mengingat kemarin nggak masuk, terus terang kemarin saya berprasangka bahwa dia sedang sakit, atau banjir, tapi temannya yang tinggal satu "kompleks" dengannya masuk kelas dan lebih lagi tidak ada surat ijin yang diajukan ke sekolah. Saat saya bertanya hal yang sama untuk teman yang tinggal satu "kompleks" (walaupun berjauhan) yang disebut Kabo, tidak tahu kenapa. Ternyata, "aku nggak masuk gara2 nggak ada celana, nggak tau sudah kemana tuh celana". hho.
Sebuah alasan yang tidak logis menurut saya, tetapi inilah hidup. Konyol memang.

Lepas dari itu, aku perhatikan sekeliling, ada beberapa orang yang sedang menggunakan fasilitas yang berada di perpus. Sebagian diantaranya saya kenal dan sebagiannya lagi tidak. Ada Rizky, yang terkenal dengan "batok"nya, juga pacar dari Ria (cap di skul: "anak MB"), menunggu Anas untuk kerja kelompok KTK mengenai miniatur. Ada juga Endro, yang sedang "mencabuti" kertas ringkasan dari buku2 yang ada di perpus. Ckckckckck. Tak lama berselang muncul IB, teman saya, pacar dari Ferdania
(cap di skul: "anak MB") juga. Sahabat dekat dari Rizky karena tinggal se"kompleks" di Munthe, walaupun kurang satu anggota, Hatta (cap di skul: "anak MB"). Juga Edu (cap di skul: "ketua OSIS") yang kurang kerjaan.

Sekitar pukul 10.00, saya dan Edu pergi ke area SMP YPPSB. Sebelum itu, saya melihat dua orang yang saya perhatikan memasuki perpus menggunakan jilbab, tetapi ketika keluar, jrenggg, lepas. Wkwkwkwkwkwk. Saya memilih menghindari area latihan CG, karena beberapa hal tentunya. Saya langsung masuk ke kelas 9E, tempat latihan Pasiad, tujuan saya ke sekolah, dengan merelakan untuk tidak bersantai di rumah. Mencoba internet di hp, membuka Friendster, tidak bisa!!! Hal yang membuat saya frustrasi, ternyata sedang diadakan pembaharuan system yang sudah dilakukan sejak 2 hari yang lalu. Menjadi topik pembicaraan anak2 SMP YPPSB, karena rata2 memiliki Friendster. Sekitar pukul 10.30, latihan dimulai. Latihan yang memakan waktu satu setengah jam ini cukup melelahkan, tetapi seolah terobati, saat melihat keluar pintu kelas. Membuat rasa lelah seolah hilang ditelan Machruzi (lebay). Tapi seperti kenyataan. Hwhwhwhwhw.

Setelah selesai, saya bersama Binsar dan Radik makan siang di Town Hall. Di saat yang tidak diduga, muncul sesosok makhluk buas dari arah Barat, tidakkk!!! Saya tidak akan lama dengan topik ini, jijay. Setelah selesai makan, saya bersama Binsar kembali ke sekolah, duduk di tangga menuju lantai dua, Binsar pergi, tidak mengajak saya, MB selesai, bagus!!! Dengan santai saya pergi ke lantai dua, duduk termenung sendiri, dengan bayangan berada diatas tempat anak MB berdiskusi, datang Binsar dan Radik sebagai penyelamat, seolah sosok pahlawan yang berani menembus barikade pasukan. Ternyata, yang sedang berdiskusi adalah guru2 yang akan kuliah weekend di YPPSB. Bodohnya saya!

Binsar, Radik dan saya mengambil tempat di kelas 7I, dengan tujuan ngadem. Tak lama berselang. Edu muncul bersama Hendrian
(cap di skul: "anak MB") yang menjadi pujaan hati Aga. Hho. Bosan, kami langsung menuju ruang guru untuk mengambil bola basket, lalu bermain sebentar di lapangan basket SD 2. Saya dan Hendrian sebagai tim yang teraniaya oleh Edu, Binsar dan Radik karena kalah jumlah, tetapi Pak Hamid datang dengan gagah sebagai tim kami. Nilai demi nilai pun diraih, sampai, sampai, sampai kami kelelahan, hhe. Kemudian melanjutkan perjalanan menuju Senda Seva, membeli perbekalan sampai sore. Lalu kembali ke markas, 7I. Curhat bareng, narsis2an, main, tidur, ngadem, dll., dkk., dst., dsb., etc. Pukul 14.30 Binsar pulang.

Sampai pukul 15.30, kami bareng2 ke Senda Seva... Baru sadar, lupa membawa hadiah, otak jalan, ambil kardus teh kotak, beli chunkybar, selotip, kertas kado, pinjem gunting. Bungkus underground. Yap. Siap berangkat. Sampe disana, masuk, makan, minum, beri selamat, pulang. Pasukan berkurang satu, Edu, pulang sama Binsar, Reynold, Leo. I with Radik, go to the "markas." Ngadem bentar, ke Masjid Panorama, nunggu Radik sholat, pergi ke Primagama. Belajar, sambil denger lagu, nyanyi underground. Pulang. Huh,, hari yang melelahkan, lalu nge-edit ini..

Sory, bru nge-post hari ini...

tunggu kejadian selanjutnya...

^_^


1 komentar:

tya prasetyaningrum mengatakan...

Keren!!
tapi beli hadiah untuk siapa??? tiba2 masuk langsung makan minum!!
haha..
ndak cocok!